Showing posts with label BISNIS PROPERTI SEBAGAI BACK UP BISNIS UTAMA. Show all posts
Showing posts with label BISNIS PROPERTI SEBAGAI BACK UP BISNIS UTAMA. Show all posts

Sunday, 27 January 2013

ENAM LANGKAH MENCIPTAKAN KEKAYAAN MELALUI PROPERTI.


W.Eldred, Phd (2006), Pakar dan praktisi properti dari Amerika Serikat telah merumuskan sebuah kerangka kerja yang dinamakan DUST.
DUST tersebut adalah demond (permintaan), utility(kegunaan), Supply (pasokan), dan transfer (pengalihan), Kerangka kerja DUST ini dapat menciptakan kekayaan melalui properti dan berfokus pada enam langkah dengan uraian sebagai berikut: 

1. TUJUAN BISNIS
Tujuan bisnis ini menitikberatkan pada pengenalan diri sendiri, termasuk sumber daya pribadi dan keuangan yang dimiliki, kemudian memilih satu program investasi dan strategi pasar yang akan memenuhi tujuan bisnis tersebut.

2. MEMPERSIAPKAN INVESTIGASI
Setelah menetapkan tujuan bisnis, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan investigasi tentang studi pasar dan analisis investigasi. Langkah-langkah dalam mempersiapkan investigasi sebagai berikut: 
  • Memerhatikan dan mengerti data segmen yang dituju, arah pergerakan pasar, dan dapat menilai berapa nilai pasar dari sebuah properti.
  • Mampu mengidentifikasi properti secara fisik, yang meliputi luas, ukuran spesifikasi, perpajakan, dan dokumen perizinan dari sebuah properti.
  • Menguasai wilayah geografis dari suatu properti, karena masing-masing wilayah mempunyai karekteristik yang berbeda satu sama lain.
  • Waktu, batasan waktu perlu direncanakan dengan aplikasi dengan kondisi di lapangan, perspektif waktu yang berbeda memunculkan investasi yang berbeda pula, sebab jenis properti tertentu mempunyai masa tren yang tertentu juga.

3. ELEMEN
Elemen nilai pada intinya adalah sebagai pengumpulan data properti dan pasar selengkap mungkin. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam elemen nilai ini.
  • Permintaan. Siapa yang menjadi target pasar?
  • Utilitas. Hal apa saja yang dapat memberikan manfaat yang disediakan untuk konsumen?
  • Siapa yang menjadi pesaing ???
  • Metode promosi dan persyaratan administrasi (kontrak, perjanjian) apa saja yang digunakan??

4. MENAKSIR NILAI PROPERTI
Dapat menaksir nilai properti dari berbagai kemungkinan, baik dari sudut pandang konsumen maupun tujuan keuangan yang diharapkan. Ada beberapa hal untuk menaksir nilai dari suatu properti; 
  •  Pendekatan biaya.
  •  Pendekatan perbandingan penjualan.
  • Pendekatan pendapatan.
  • Mencari keuntungan dari nilai investasi tersebut.

5. MEMADUKAN DAN MEMUTUSKAN.
Untuk memadukan dan memutuskan ada tiga macam teknik yang digunakan .
  • Pendekatan perbandingan penjualan

Teknik ini lebih dikenal dengannpendekatan data pasar pada prinsipnya adalah membandingkan keadaan harga penjualan dan fitur-fitur dari penjualan terkini dari properti serupa yang akan dinilai. Prosesnya dapat dilihat sebagai berikut: 

ANALISIS SUBJEK SEBAGAIMANA MESTINYA ===> IDENTIFIKASI DAN MEMEILIH PROPERTI SEBANDING ==> VERIFIKASI KONDISI PENJUALAN ==> BANDINGKAN PROPERTI DENGAN SUBJEK == > LAKUKAN PENYESUAIN==> HITUNG NILAI PASAR YANG DIINDIKASI

  • Pendekatan Biaya

Memprediksi penghitungan biaya yang harsu dikeluarkan untuk merekrontuksi properti yang dimaksud (ditambah dengan nilai tanah) pada saat ini, kemudian menguranginya dengan jumlah tertentu sebagai depresiasi / penyusutan jika properti tersebut merupakan bangunan lama.

  • Pendekatan Pendapatan

Pendekatan pendapatan ini didasarkan pada pendapatan bersih dari uang sewa suatu properti, kemudian mengubah dari pendapatan tersebut menjadi perkiraan nilai pasar. Perhitungan pendekatan pendapatan ini sangat baik diterapkan terhadapproperti yang menghasilkan pendapatan seperti gedung perkantoran, apartemen, hotel, dan pusat perbelanjaan. 

6. MENJALANKAN
 Langkah ke -6 ini merupakan langkah terakhir, yaitu menjalankan, mengawasi, serta merevisi strategi yang telah dipergunakan.

Saturday, 26 January 2013

SIAPA SAJA PELAKU INVESTASI PROPERTI??


Para investor tidaklah mungkin melakukan usahanya dalam berinvestasi properti secara sendiri. 
Guna mencapai tujuanya, CF sirmans dan austin J, Jaffe (1989) menyebutkan ada empat pelaku utama dalam investasi dalam bidang ini dengan kepentingan dan tujuan yang berbeda.

a. Penanam Modal (equity Investor) 
Proyek investasi properti ini dapat dikelola dengan bekerja sama dengan pihak lain atau kerja sama antar investor, Penanam Modal, bisa individu, perusahaan , joint-venture partnership, atau yayasan dana pensiun.

b. Pemberi Pinjaman (Mortage Lender)
Sumber pemberi pinjaman ini dapat berupa Bank, Lembaga Keuangan bukan Bank, atau individu, yang meminjamkan dana untuk pembiayaan suatu proyek investasi.
Pemberi pinjaman akan menerima surat hipotek atas proyek tersebut dan akan menerima pengembalian sebesar dana yang dipinjamkan beserta bunga atas pinjaman atas dasar suku bunga yang berlaku.

c. Pemakai atau Penyewa ( tenants )
Pihak yang membeli hak-hak atas kepemilikan, penyewa dari proyek investasi tersebut akan dibuatkan bukti pemilikan sertifikat hak, sedangkan penyewa akan dibuatkan surat perjanjian kontrak atas proyek yang disewakan.
Unsur pemakai ini dari sektor-sektor perumahan, komersial, dan industri.

d.Pemerintah (goverment)
Unsur pemerintah yang dimaksud di sini dari pusat provinsi, dan kabupaten / kota hingga kecamatan dan kelurahan.
Pihak pemerintah mengeluarkan peraturan-peraturan yang tidak hanya membatasi hubungan antara peranan modal, pemberi pinjaman dan pemakai, tetapi juga membatasi fungsi investasi tersebut.

Friday, 25 January 2013

MENGEDUK RUPIAH DARI BISNIS PROPERTI

Ada beberapa keuntungan di bisnis properti berikut ini :

1. Dapat uang secara rutin
Dalam properti, uang sewa bisa menjadi pemasukan atau arus kas untuk anda. Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan, semakin besar pula arus kas anda.

2. Nilai kepemilikan Properti selalu Naik
Hak kepemilikan seseorang (equity) akan selalu meningkat. Contohnya jika pembelian investasi properti Anda sebesar Rp. 90 Juta, dibiayai oleh bank Rp. 60 Juta, sisanya Rp. 30 Juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp. 90 Juta tersebut adalah sebesar 30 %-nya. Hak ini akan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan utang yang mengurangi kewajiban. Sementara itu, hak kepemilikan anda jiga bertambah karena nila propertinya naik disebabkan oleh inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan.

3. Merenovasi atau menambahkan bangunan untuk memperbesar aset Anda bisa dilakukan dengan memperhitungkan pemasukan dari sewa atau gain properti Anda.

 

Total Pengunjung

Labels